Kamis, 12 April 2012
Venues Ex SEA Games Memprihatinkan
TEMPO.CO,Palembang
- Sejumlah fasilitas olahraga (venues) yang pernah digunakan untuk
perhelatan SEA Games XXVI pada November 2011, kondisinya mulai
memprihatinkan. Beberapa bangunan dan sarana penunjang yang terletak di
kawasan Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, tampak retak, ambrol
serta ditumbuhi rumput liar.
Hingga kini, di kawasan yang mencapai ratusan hektar tersebut masih minim kegiatan keolahragaaan. Hanya Wisma atlet dan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang terlihat hidup dan terawat. Pengunjung yang menyaksikan kondisi tersebut mengaku prihatin.
Lexy Alexander, warga Bukit Sejahtera kota Palembang yang dijumpai di pinggiran Venue Ski Air, kaget melihat kondisi pinggiran venue balap motor air yang mulai ambrol. Kondisi serupa tampak di lapangan parkir yang terletak tak jauh dari dermaga. Bangunan yang terdiri atas susunan coneblock itu tampak mulai terbentuk lubang besar, karena tanah di bagian bawahnya tergerus dan masuk ke danau.
Padahalnya, kata Lexy, ketika event SEA Games berlangsung, kondisi venue sangat bagus dan tidak ada bagian dinding danau yang mengalami ambrol. “Kalau seperti ini terus, sepertinya danau ini akan kembali menjadi rawa-rawa seperti dahulunya,” kata Lexy, Ahad, 8 April 2012.
Meskipun begitu, minat masyarakat untuk berwisata ke kawasan olahraga terpadu itu masih cukup tinggi. Tepian venue Ski Air dan kawasan sekitar venue menembak merupakan tempat paling ramai dikunjungi warga saban hari. Rumput liar setinggi lututg orang dewasa merambah beberapa venues, seperti tenis lapangan, atletik, menembak, dan ventaque. Anjing liar leluasa berlarian di atas lintasan sintetis itu.
Kondisi lebih memprihatinkan tampak di bagian belakang lapangan tembak. Bangunan yang bernilai puluhan miliar rupiah itu kini hanya ditutupi oleh dinding kayu triplek yang kondisinya mulai kusam.
Lembaran triplek tersebut hanya disanggah puluhan batang kayu agar tak terlepas ketika ditiup angin.
Kepala satuan pengamanan dan kebersihan kawasan Jakabaring Sport City, Rusli Nawi, membenarkan kondisi venue yang memprihatinkan. Menurut Rusli, pihaknya hanya sebatas memberikan laporan kepada pemerintah setempat setiap ada kerusakan.
Satuan yang dia pimpin tidak mempunyai kewenangan dan dana untuk melakukan perbaikan. “Kami terus memberikan laporan setiap ada kerusakan akan tetapi kami tidak berwenang lakukan perbaikan,“ ujar Rusli.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Selatan, Syaidina Ali, mengatakan pihaknya tengah menyusun rencana kegiatan olahraga yang dapat mendatangkan banyak atlet dan penonton. Ia mencontohkan, dalam waktu dekat akan ada pertandingan bola voli pantai tingkat Asia-Pasifik serta perkemahan para pandu dari negara-negara di Asean. “Nanti kita akan hidupkan lewat event local dan internasional,” kata Syaidina.
PARLIZA HENDRAWAN
http://www.tempo.co/read/news/2012/04/08/103395553/Rumput-Liar-Rambah-Venues-Bekas-SEA-Games
Hingga kini, di kawasan yang mencapai ratusan hektar tersebut masih minim kegiatan keolahragaaan. Hanya Wisma atlet dan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang terlihat hidup dan terawat. Pengunjung yang menyaksikan kondisi tersebut mengaku prihatin.
Lexy Alexander, warga Bukit Sejahtera kota Palembang yang dijumpai di pinggiran Venue Ski Air, kaget melihat kondisi pinggiran venue balap motor air yang mulai ambrol. Kondisi serupa tampak di lapangan parkir yang terletak tak jauh dari dermaga. Bangunan yang terdiri atas susunan coneblock itu tampak mulai terbentuk lubang besar, karena tanah di bagian bawahnya tergerus dan masuk ke danau.
Padahalnya, kata Lexy, ketika event SEA Games berlangsung, kondisi venue sangat bagus dan tidak ada bagian dinding danau yang mengalami ambrol. “Kalau seperti ini terus, sepertinya danau ini akan kembali menjadi rawa-rawa seperti dahulunya,” kata Lexy, Ahad, 8 April 2012.
Meskipun begitu, minat masyarakat untuk berwisata ke kawasan olahraga terpadu itu masih cukup tinggi. Tepian venue Ski Air dan kawasan sekitar venue menembak merupakan tempat paling ramai dikunjungi warga saban hari. Rumput liar setinggi lututg orang dewasa merambah beberapa venues, seperti tenis lapangan, atletik, menembak, dan ventaque. Anjing liar leluasa berlarian di atas lintasan sintetis itu.
Kondisi lebih memprihatinkan tampak di bagian belakang lapangan tembak. Bangunan yang bernilai puluhan miliar rupiah itu kini hanya ditutupi oleh dinding kayu triplek yang kondisinya mulai kusam.
Lembaran triplek tersebut hanya disanggah puluhan batang kayu agar tak terlepas ketika ditiup angin.
Kepala satuan pengamanan dan kebersihan kawasan Jakabaring Sport City, Rusli Nawi, membenarkan kondisi venue yang memprihatinkan. Menurut Rusli, pihaknya hanya sebatas memberikan laporan kepada pemerintah setempat setiap ada kerusakan.
Satuan yang dia pimpin tidak mempunyai kewenangan dan dana untuk melakukan perbaikan. “Kami terus memberikan laporan setiap ada kerusakan akan tetapi kami tidak berwenang lakukan perbaikan,“ ujar Rusli.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Selatan, Syaidina Ali, mengatakan pihaknya tengah menyusun rencana kegiatan olahraga yang dapat mendatangkan banyak atlet dan penonton. Ia mencontohkan, dalam waktu dekat akan ada pertandingan bola voli pantai tingkat Asia-Pasifik serta perkemahan para pandu dari negara-negara di Asean. “Nanti kita akan hidupkan lewat event local dan internasional,” kata Syaidina.
PARLIZA HENDRAWAN
http://www.tempo.co/read/news/2012/04/08/103395553/Rumput-Liar-Rambah-Venues-Bekas-SEA-Games
Coyne, Pemain Anyar Sriwijaya Di Ujicoba
Palembang----Pemain anyar Sriwijaya Football Club (SFC), Jammie Coyne, di ujicoba dihadapan ratusan mahasiswa se-Palembang, Sabtu, 7 April 2012. Perkenalan tersebut dimaksudkan untuk mendekatkan setiap pemain yang baru bergabung kepada seluruh fans Sriwijaya.
Demikian disampaikan oleh pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi disela-sela mendampingi asuhannya dalam partai exebisi Kejuaraan Futsal Mahasiswa Gubernur Cup 1 2012 di lapangan futsal Rajawali Palembang. "Coyne perlu kita perkenalkan dengan seluruh penggila bola. Dia juga mesti memahami atmosfer bola disini," kata Kas Hartadi, Sabtu 7 April 2012.
Dalam kesempatan yang sama Kas Hartadi memastikan Defender kelahiran Sydney, Australia 2 Januari 1982 tersebut sudah siap dimainkan dalam partai perdana lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) pada 13 April 2012 mendatang di kandang. Dalam partai Exebisi melawan tim Futsal PON Sumsel itu Sriwijaya FC berhasil bermain cantik dengan skor imbang 4-4.
Selain Jammie Coyne, Sriwijaya diperkuat oleh Rivki Mokodomvit (kEeper), Thiery Gathusi, Lim Jun Sik, Keit Kayambah Gumbs, Ponaryo Astaman dan Mahyadi Panggabean. Dalam tampil perdana di hadapan publik, Jammie coyne tampil elegan dengan memberikan umpan-umpan cantik pada rekan nya di SFC. Ia sempat pula mengecoh tim Futsal PON Sumsel yang digawangi oleh Hendra.
Sementara itu Islah Taufik Effendi, ketua Forum Futsal Sumsel merangkap ketua panitia Kejuaraan Futsal Mahasiswa se Palembang memastikan kejuaraan ini juga merupakan ajang untuk melihat kesiapan tim Futsal Sumsel dalam PON di Provinsi Riau mendatang. "Kita juga ingin melihat kesipan tim kita,makanya kita kasih mereka lawan yang berat," kata Islah. Tim Futsal PON Sumsel terdiri dari Hendra dan Fikri (Keeper), Anas Maulana, Imam Galih, Reno Findrawan, Andre Sukmawijaya, Reza, Rudi, AAN dan Farid. Turnamen Futsal yang diikuti 32 tim dari perguruan tinggi se-Sumsel, memperebutkan Gubernur Cup I, di Rajawali Futsal.
Meskipun dapat menahan SFC 4-4, namun menurut Islah hasil tersebut bukanlah hasil yang sesungguhnya karena bersifat fun Games. Dia meminta tim Futsal Sumsel untuk tidak terlalu cepat berpuas diri akan hasil yang dicapai ketika melawan SFC. Dalam pertandingan singkat itu, terlihat jelas kemampuan tim Futsal sumsel masih dibawah SFC. “namanya juga Eksebisi, jangan terlalu dianggap. Yang peting tim kita mesti lebih cekatan ketika dalam PON nanti,” ujar Islah. (PARLIZA HENDRAWAN)
Demikian disampaikan oleh pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi disela-sela mendampingi asuhannya dalam partai exebisi Kejuaraan Futsal Mahasiswa Gubernur Cup 1 2012 di lapangan futsal Rajawali Palembang. "Coyne perlu kita perkenalkan dengan seluruh penggila bola. Dia juga mesti memahami atmosfer bola disini," kata Kas Hartadi, Sabtu 7 April 2012.
Dalam kesempatan yang sama Kas Hartadi memastikan Defender kelahiran Sydney, Australia 2 Januari 1982 tersebut sudah siap dimainkan dalam partai perdana lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) pada 13 April 2012 mendatang di kandang. Dalam partai Exebisi melawan tim Futsal PON Sumsel itu Sriwijaya FC berhasil bermain cantik dengan skor imbang 4-4.
Selain Jammie Coyne, Sriwijaya diperkuat oleh Rivki Mokodomvit (kEeper), Thiery Gathusi, Lim Jun Sik, Keit Kayambah Gumbs, Ponaryo Astaman dan Mahyadi Panggabean. Dalam tampil perdana di hadapan publik, Jammie coyne tampil elegan dengan memberikan umpan-umpan cantik pada rekan nya di SFC. Ia sempat pula mengecoh tim Futsal PON Sumsel yang digawangi oleh Hendra.
Sementara itu Islah Taufik Effendi, ketua Forum Futsal Sumsel merangkap ketua panitia Kejuaraan Futsal Mahasiswa se Palembang memastikan kejuaraan ini juga merupakan ajang untuk melihat kesiapan tim Futsal Sumsel dalam PON di Provinsi Riau mendatang. "Kita juga ingin melihat kesipan tim kita,makanya kita kasih mereka lawan yang berat," kata Islah. Tim Futsal PON Sumsel terdiri dari Hendra dan Fikri (Keeper), Anas Maulana, Imam Galih, Reno Findrawan, Andre Sukmawijaya, Reza, Rudi, AAN dan Farid. Turnamen Futsal yang diikuti 32 tim dari perguruan tinggi se-Sumsel, memperebutkan Gubernur Cup I, di Rajawali Futsal.
Meskipun dapat menahan SFC 4-4, namun menurut Islah hasil tersebut bukanlah hasil yang sesungguhnya karena bersifat fun Games. Dia meminta tim Futsal Sumsel untuk tidak terlalu cepat berpuas diri akan hasil yang dicapai ketika melawan SFC. Dalam pertandingan singkat itu, terlihat jelas kemampuan tim Futsal sumsel masih dibawah SFC. “namanya juga Eksebisi, jangan terlalu dianggap. Yang peting tim kita mesti lebih cekatan ketika dalam PON nanti,” ujar Islah. (PARLIZA HENDRAWAN)
Jumat, 20 Januari 2012
Gusti Randa Temui Tim Penyidik
TEMPO.CO, Palembang
- Setelah sempat dua kali mangkir, akhirnya pada Jumat, 20 Januari
2012, manajemen Persija Jakarta mendatangi penyidik Kepolisian Resor
Kota Palembang. Persija mengutus Gusti Randa, S.H. selaku pengacara klub
yang berlaga di ajang Liga Super Indonesia (LSI) itu.
Gusti Randa datang guna menjelaskan alasan ketidakhadiran pemain dan ofisial Persija dalam dua surat pemanggilan pertama. Kasus ini merupakan kelanjutan pengeroyokan yang dilakukan tiga pemain dan dua ofisial Persija terhadap dua pemain Sriwijaya FC pada 18 Desember 2011 lalu.
Ditemui di ruang kerja Kepala Unit Tindak Pidana Umum Kepolisian Resor Kota Palembang, Gusti Randa berdalih padatnya jadwal pertandingan membuat pemain dan ofisial Persija belum bisa memenuhi undangan penyidik. Gusti membantah kliennya menghindar dari proses hukum. “Kami datang ke sini untuk memastikan bila kami sangat kooperatif dan persuasif. ” kata Gusti Randa, Jumat, 20 Januari 2012.
Gusti memastikan pula bila ketiga tersangka dan dua orang saksi akan ia pertemukan pada penyidik tanggal 25 dan 26 Januari mendatang.
Menurut Gusti, selain untuk memenuhi panggilan penyidik, kedatangannya ke Markas Sriwijaya FC juga guna melakukan perdamaian antara manajemen klub dan pemain yang terlibat dalam bentrok di lobi Hotel Swarna Dwipa tersebut. Gusti juga sempat menunjukkan surat perdamaian yang sudah ditandatangani Direktur Teknik dan SDM Sriwijaya FC, Hendri Zainudin.
“Tadi pagi kami sudah lakukan perdamaian. Kami sudah dapatkan tanda tangan dari pihak hotel, dua pemain (Hilton Moreira, Thiery Gathusy), serta Direktur Teknik SFC,” katanya.
Selanjutnya Gusti memastikan segera meminta tanda tangan dari pemain, ofisial serta manajemen Persija Jakarta. “Siang ini saya akan kejar teman-teman di Persija,” katanya.
Sementara itu, Kepala Unit Tindak Pidana Umum Kepolisian Resor Kota Palembang Inspektur Satu Nanang Supriyatna mengatakan kehadiran Gusti Randa di hadapan penyidik merupakan tanda itikad baik dari Persija Jakarta. Ia berharap pemain dan ofisial Persija dapat memenuhi komitmen yang telah disepakati untuk datang pada 25 Januari mendatang.
Dua pemain asing Sriwijaya Football Club, Hilton Moreira dan Thierry Gathuessy, terlibat bentrok dengan sejumlah pemain Persija Jakarta di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Minggu, 18 Desember 2011, sekitar pukul 21.40 WIB. Adu fisik itu berujung luka lebam di wajah Hilton Moreira (SFC), luka pada tangan Thierry Gathuessy (SFC), dan luka robek pada pelipis kanan Ismed Sofyan (Persija).
PARLIZA HENDRAWAN
Gusti Randa datang guna menjelaskan alasan ketidakhadiran pemain dan ofisial Persija dalam dua surat pemanggilan pertama. Kasus ini merupakan kelanjutan pengeroyokan yang dilakukan tiga pemain dan dua ofisial Persija terhadap dua pemain Sriwijaya FC pada 18 Desember 2011 lalu.
Ditemui di ruang kerja Kepala Unit Tindak Pidana Umum Kepolisian Resor Kota Palembang, Gusti Randa berdalih padatnya jadwal pertandingan membuat pemain dan ofisial Persija belum bisa memenuhi undangan penyidik. Gusti membantah kliennya menghindar dari proses hukum. “Kami datang ke sini untuk memastikan bila kami sangat kooperatif dan persuasif. ” kata Gusti Randa, Jumat, 20 Januari 2012.
Gusti memastikan pula bila ketiga tersangka dan dua orang saksi akan ia pertemukan pada penyidik tanggal 25 dan 26 Januari mendatang.
Menurut Gusti, selain untuk memenuhi panggilan penyidik, kedatangannya ke Markas Sriwijaya FC juga guna melakukan perdamaian antara manajemen klub dan pemain yang terlibat dalam bentrok di lobi Hotel Swarna Dwipa tersebut. Gusti juga sempat menunjukkan surat perdamaian yang sudah ditandatangani Direktur Teknik dan SDM Sriwijaya FC, Hendri Zainudin.
“Tadi pagi kami sudah lakukan perdamaian. Kami sudah dapatkan tanda tangan dari pihak hotel, dua pemain (Hilton Moreira, Thiery Gathusy), serta Direktur Teknik SFC,” katanya.
Selanjutnya Gusti memastikan segera meminta tanda tangan dari pemain, ofisial serta manajemen Persija Jakarta. “Siang ini saya akan kejar teman-teman di Persija,” katanya.
Sementara itu, Kepala Unit Tindak Pidana Umum Kepolisian Resor Kota Palembang Inspektur Satu Nanang Supriyatna mengatakan kehadiran Gusti Randa di hadapan penyidik merupakan tanda itikad baik dari Persija Jakarta. Ia berharap pemain dan ofisial Persija dapat memenuhi komitmen yang telah disepakati untuk datang pada 25 Januari mendatang.
Dua pemain asing Sriwijaya Football Club, Hilton Moreira dan Thierry Gathuessy, terlibat bentrok dengan sejumlah pemain Persija Jakarta di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Minggu, 18 Desember 2011, sekitar pukul 21.40 WIB. Adu fisik itu berujung luka lebam di wajah Hilton Moreira (SFC), luka pada tangan Thierry Gathuessy (SFC), dan luka robek pada pelipis kanan Ismed Sofyan (Persija).
PARLIZA HENDRAWAN
Kamis, 19 Januari 2012
Lupa Pasword Bikin Lama tak Update Kabar
Griya Hero
----Sekian lama tak memposting kabar baru rasa tak enak juga. sebenarnya banyak hal yang ingin di share kepada semua teman di dalam blog ini. Seperti persoalan aktual yang terjadi di Sumatera selatan hingga hal-hl kecil yang menyangkut kehidupan sehari-hari. sebut saja suka duka selama meliput SEA Games XXVI di bulan November lalu hingga pada tulisan ringan ketika anak ku merayakan hari ulang tahun nya.
Apadaya jadinya, akibat kesibukan yang tak terjadwal berakibat blog ini kian terlupakan. alhasil Pasword seabagai jalan pembuka masuk ke dalam blog menjadi terlupakan. Puncaknya ketika beberapa bulan lalu, rasa prustasi sempat muncul lantaran blog ini tak bisa dibuka sama sekali padahal ada sesuatu yang penting ingin di tulis.
Malam ini, Kamis 19 Januari 2012, tanpa sengaja, Pasword yang sempat hilang dari ingtan itu kembali muncul dalam memori. Makanya, tulisan ini sebagai pembuka rasa kangen untuk kembali mencurahklan sesuatu yang tak di publish dimedia tempat saya bekerja, TEMPO.
Rabu, 29 Juni 2011
Jamnas IX Siap Dihelat
PALEMBANG----Jambore Nasional gerakan pramuka IX/ 2011 siap di helat pada 2 Juli 2011 di danau wisata Teluk Gelam kabupaten Ogan Komering Olir (OKI) Sumatera Selatan. Dipastikan event akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Kepastian ini didapat dari Gubernur Sumsel Ir.Alex Noerdin dalam rapat pemantapan kedatangan presiden RI ke Sumatera selatan Rabu siang 29 Juni 2011. Menurut Gubernur, pembukaan akan berlangsung sekitar pukul 16.00 di kawasan wisata danau teluk gelam.
Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Polisi Hasyim Irianto
mengatakan pihaknya akan menurunkan satuan yang dapat menguasai lapangan utamanya dari satuan lalulintas. Karena dipastikan bila tidak diatur sedemikian rupa maka jalur yang akan dilalui oleh rombongan presiden akan menimbulkan kemacetan. tercatat jalan lintas timur sumatera (jalur yg akan dilalui RI I) merupakan salah satu jalur rawan macet. Dijadwalkan, RI I dan rombongan dari bandara SMB II Palembang menuju lokasi pembukaan Jamnas IX akan menggunakan kendaraan darat dengan lama waktu tempu 90 menit.
Sementara itu Bupati OKI Ishak Mekki, mengatakan secara umum persiapan sudah 99 persen. Sisa waktu beberapa hari ke depan akan dilakukan evaluasi terhadap kekurangan pada tahap akhir, seperti masalah penerangan dan kondisi jalan . Menurut ketua DPD Partai Demokrat ini Sumsel ini seluruh fasilitas yang krusial telah rampung pembangunannya, seperti fasilitas air bersih di setiap bangunan sudah rampung. Demikian juga Juga dengan rumah knock down yang akan menjadi home stay bagi perwakilan masing-masing kontingan pramuka sudah siap dihuni seluruh peserta.
Untuk mensukseskan acara ini Pemerintah Kabupaten OKI diantaranya telah membangun 1.200 WC, jalan poros dan lingkungan dengan batu sudah dipadatkan dan siap dipakai. Panitia juga menyediakan areal parkir seluas 12 hektare dan media centre dengan akses internet, berikut perangkat pendukung dan petugasnya.
Peserta peserta Jambore Nasional IX Pramuka yang akan berlangsung 2-9 Juli 2011 akan diikuti peserta lebih dari 30.000 orang anggota pramuka dari seluruh Indonesia termasuk peserta dari Negara-negara Asean, Asia Pasifik dan tim peninjau. Bumi perkemahan di kawasan Danau Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki luas lahan mencapai 65 hektare serta ada danau yang luasnya sekitar 400 hektare. Jarak tempuh antara bandara SMB II palembang menuju ke danau teluk gelam sekitar 3 jam perjalanan pada kondisi normal.
Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Polisi Hasyim Irianto
mengatakan pihaknya akan menurunkan satuan yang dapat menguasai lapangan utamanya dari satuan lalulintas. Karena dipastikan bila tidak diatur sedemikian rupa maka jalur yang akan dilalui oleh rombongan presiden akan menimbulkan kemacetan. tercatat jalan lintas timur sumatera (jalur yg akan dilalui RI I) merupakan salah satu jalur rawan macet. Dijadwalkan, RI I dan rombongan dari bandara SMB II Palembang menuju lokasi pembukaan Jamnas IX akan menggunakan kendaraan darat dengan lama waktu tempu 90 menit.
Sementara itu Bupati OKI Ishak Mekki, mengatakan secara umum persiapan sudah 99 persen. Sisa waktu beberapa hari ke depan akan dilakukan evaluasi terhadap kekurangan pada tahap akhir, seperti masalah penerangan dan kondisi jalan . Menurut ketua DPD Partai Demokrat ini Sumsel ini seluruh fasilitas yang krusial telah rampung pembangunannya, seperti fasilitas air bersih di setiap bangunan sudah rampung. Demikian juga Juga dengan rumah knock down yang akan menjadi home stay bagi perwakilan masing-masing kontingan pramuka sudah siap dihuni seluruh peserta.
Untuk mensukseskan acara ini Pemerintah Kabupaten OKI diantaranya telah membangun 1.200 WC, jalan poros dan lingkungan dengan batu sudah dipadatkan dan siap dipakai. Panitia juga menyediakan areal parkir seluas 12 hektare dan media centre dengan akses internet, berikut perangkat pendukung dan petugasnya.
Peserta peserta Jambore Nasional IX Pramuka yang akan berlangsung 2-9 Juli 2011 akan diikuti peserta lebih dari 30.000 orang anggota pramuka dari seluruh Indonesia termasuk peserta dari Negara-negara Asean, Asia Pasifik dan tim peninjau. Bumi perkemahan di kawasan Danau Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki luas lahan mencapai 65 hektare serta ada danau yang luasnya sekitar 400 hektare. Jarak tempuh antara bandara SMB II palembang menuju ke danau teluk gelam sekitar 3 jam perjalanan pada kondisi normal.
SPBU Lintas Sumatra Krisis BBM
PALEMBANG----Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di jalan lintas timur atau Jalinti dan lintas tengah atau Jalinteng Sumatra dikabarkan tengan mengalami “krisis persedian” Bahan bakar minyak BBM. Akibatnya antrean panjang kendaraan di SPBU tidak terelak kan lagi. Pengendara rela berjam-jam menunggu di luar SPBU meski tanpa menadapat kepastian. Sebagian pengendara terpaksa merogok kocek lebih dalam dengan membeli BBM eceran. Eni, seorang pegawai negeri sipil yang tinggal di kota Baturaja Kabupaten OKU menuturkan hampir sepekan ini dirinya kesulitan untuk mendapatkan BBM jenis premium untuk mengisi tangki sepeda motornya. Melalui sambungan telpon Eni mengakui pihak pengelola SPBU terpaksa menjatahi maksimal 4 liter untuk motor dan 10 liter kendaraan roda empat. Kota baturaja salah satu jalur padat kendaraan di lintas tengah Sumatera. Sama halnya dengan di daerah kota tebing tinggi di Empat lawang. Demikian juga untuk kondisi SPBU di lintas timur sumatera mulai dari perbatasan dengan wilayah provinsi Lampung hingga mendekat ke kota Palembang juga terjadi kelangkaan BBM. Di SPBU Muarabaru kabupaten OKI di jalan lintas timur sumtra pengendara terpaksa antre untuk mengisi solar hingga 10 jam. Fiat, warga desa Sukaraja melalui saluran telepon menyebut kelangkaan BBM sudah sangat luar biasa. Dia meminta Pertamina untyuk menambah pasokan BBM.
Robert MV sebagai Asisten Manajer External Relation PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel membenarkan adanya antreaan untuk mendapatkan BBM disejumlah SPBU. Robert menyebut masyarakat tergiring opini yang mengatakan adanya kelangkaan BBM sehingga terjadi panic buying. “ini fenomena terjadi antrean kendaraan dan ketersediaan stok BBM yang lebih cepat terserap di SPBU terutama di wilayah Kabupaten OKU, OI, dan Lubuk Linggau sehingga menimbulkan Panic Buying di masyarakat dengan opini kelangkaan BBM yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan “ kata Robert Rabu malam 29 Juni 2011. Sejatinya kata Robert, Stok BBM di 4 Terminal BBM di Wilayah Propinsi Sumatera Selatan dalam Kondisi Cukup dengan cakupan diatas 3 hari dengan penambahan suplai sesuai penjadwalan pengiriman BBM dari Kilang RU III per 3(tiga) hari. Robert menolak dikatakan pihaknya menahan suplay ke SPBU seperti yang ditakutkan oleh warga. Bahkan dikatakan Robert pihaknya terpaksa mengeluarkan stock diatas kuota. BBM jenis Premium, Penyaluran per Jan-Mei 2011 sejumlah 301.600 KL atau sama dengan 114% dari penyaluran normal BBM Bersubsidi (Over Kuota 14%). Solar, Penyaluran per Jan-Mei 2011 sejumlah 236.324 KL atau sama dengan 118% dari penyaluran normal BBM Bersubsidi (Over Kuota 18%). (PARLIZA HENDRAWAN)
Robert MV sebagai Asisten Manajer External Relation PT PERTAMINA (PERSERO)
Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel membenarkan adanya antreaan untuk mendapatkan BBM disejumlah SPBU. Robert menyebut masyarakat tergiring opini yang mengatakan adanya kelangkaan BBM sehingga terjadi panic buying. “ini fenomena terjadi antrean kendaraan dan ketersediaan stok BBM yang lebih cepat terserap di SPBU terutama di wilayah Kabupaten OKU, OI, dan Lubuk Linggau sehingga menimbulkan Panic Buying di masyarakat dengan opini kelangkaan BBM yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan “ kata Robert Rabu malam 29 Juni 2011. Sejatinya kata Robert, Stok BBM di 4 Terminal BBM di Wilayah Propinsi Sumatera Selatan dalam Kondisi Cukup dengan cakupan diatas 3 hari dengan penambahan suplai sesuai penjadwalan pengiriman BBM dari Kilang RU III per 3(tiga) hari. Robert menolak dikatakan pihaknya menahan suplay ke SPBU seperti yang ditakutkan oleh warga. Bahkan dikatakan Robert pihaknya terpaksa mengeluarkan stock diatas kuota. BBM jenis Premium, Penyaluran per Jan-Mei 2011 sejumlah 301.600 KL atau sama dengan 114% dari penyaluran normal BBM Bersubsidi (Over Kuota 14%). Solar, Penyaluran per Jan-Mei 2011 sejumlah 236.324 KL atau sama dengan 118% dari penyaluran normal BBM Bersubsidi (Over Kuota 18%). (PARLIZA HENDRAWAN)
Atlet Porwil Ketiban Durian Runtuh
PALEMBANG----Kontingan Sumatera selatan dalam pecan olahraga wilayah atau porwil VIII di kepulauan Batam dan Johor Malaysia berhasil meraih predikat sebagai juara umum. Sebagai ganjarannya, atlet dan pelatih peraih mendali bakal mendapatkan bonus dengan nilai total Rp 1.9 miliar. "Durian runtuh" itu dijatuhkan dari kas daerah Sumsel. Selain itu bagi peraih mendali emas dijanjikan pekerjaan tetap di lingkungan pemerintah provinsi dan di beberapa perusahan daerah di sumsel. Ketua Koni Sumsel Mudai Madang, Rabu 29 Juni disela-sela penyambutan duta olahraga ini menuturkan dalam Porwil Batam Sumsel berhasil menggeser dominasi tim Porwil dari Sumatera Utara. Dia meyakini tim peraih mendali di Porwil bakal mempertahnkan nya pada Pekan olahraga nasional ke XVIII Riau/ 2011. Satu emas dihargai Rp 25 juta, Perak Rp 15 juta dan perunggu Rp 10 juta.
Ketua kontingan Denny Zainal menambahkan dalam Porwil ini kontingan yang dibawahnya ke Batam dan Johor berhasil meraih 24 Emas, 19 perak dan 17 perunggu. Emas terbanyak diraih dari cabang olahraga Atletik dengan total 11 Emas, 8 perak dan 5 perunggu. Dikatakan denny hampir seluruh cabang olahraga mampu menembus target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah dan KONI sumsel. Bahkan cabang bulu tangkis mampu melampaui target yaitu dengan meraih dua emas. Begitu juga cabang olahraga catur yang tidak perna meraih emas sejak Porwil pertama di Padang, 1983 kini mampu meraih juara umum, dengan dua emas satu perak.
Tercatat kontingan sumsel mengirimkan sekitar 150 atlet dan official yang tergabung dalam enam cabang olahraga. “kita berhasil menggeser Sumut, bahkan bulutangkis kita over target. Ini hal yang luar biasa sabagai modal menuju PON mendatang” kata Denny. Medali emas terakhir Sumsel diraih di GOR Basket Temenggung Abdul Jamal, menjelang upacara penutupan setelah tim basket daerah ini menaklukan Sumut 80-65.
Diposisi kedua pecan olahraga wilayah VIII direbut oleh kontingan dari Bangka Belitung dengan 15 medali emas, 13 medali perak , dan 15 medali perunggu. Posisi ketiga Sumatera Barat dengan perolehan medali 12-14-13.
Sedangkan Sumatera Utara harus puas berada diperingkat empat dengan perolehan medali 12-12-11. Berikut ini daftar lengkap perolehan mendali dalam ajang yang berlangsung 20-27 Juni lalu itu dalam emas, perak perunggu : 1 Sumsel : 24 19 17 2 Babel : 15 13 15 3 Sumbar : 12 14 13 4 Sumut : 12 12 11 5 Aceh : 6 5 2 6 Kepri : 3 7 15 7 Lampung : 3 4 4 8 Jambi : 2 2 9 9 Bengkulu
Ketua kontingan Denny Zainal menambahkan dalam Porwil ini kontingan yang dibawahnya ke Batam dan Johor berhasil meraih 24 Emas, 19 perak dan 17 perunggu. Emas terbanyak diraih dari cabang olahraga Atletik dengan total 11 Emas, 8 perak dan 5 perunggu. Dikatakan denny hampir seluruh cabang olahraga mampu menembus target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah dan KONI sumsel. Bahkan cabang bulu tangkis mampu melampaui target yaitu dengan meraih dua emas. Begitu juga cabang olahraga catur yang tidak perna meraih emas sejak Porwil pertama di Padang, 1983 kini mampu meraih juara umum, dengan dua emas satu perak.
Tercatat kontingan sumsel mengirimkan sekitar 150 atlet dan official yang tergabung dalam enam cabang olahraga. “kita berhasil menggeser Sumut, bahkan bulutangkis kita over target. Ini hal yang luar biasa sabagai modal menuju PON mendatang” kata Denny. Medali emas terakhir Sumsel diraih di GOR Basket Temenggung Abdul Jamal, menjelang upacara penutupan setelah tim basket daerah ini menaklukan Sumut 80-65.
Diposisi kedua pecan olahraga wilayah VIII direbut oleh kontingan dari Bangka Belitung dengan 15 medali emas, 13 medali perak , dan 15 medali perunggu. Posisi ketiga Sumatera Barat dengan perolehan medali 12-14-13.
Sedangkan Sumatera Utara harus puas berada diperingkat empat dengan perolehan medali 12-12-11. Berikut ini daftar lengkap perolehan mendali dalam ajang yang berlangsung 20-27 Juni lalu itu dalam emas, perak perunggu : 1 Sumsel : 24 19 17 2 Babel : 15 13 15 3 Sumbar : 12 14 13 4 Sumut : 12 12 11 5 Aceh : 6 5 2 6 Kepri : 3 7 15 7 Lampung : 3 4 4 8 Jambi : 2 2 9 9 Bengkulu
Sabtu, 21 Mei 2011
KOMPAS Menantang "creative man"
Kompas TV/ tv berjaringan sebagai bagian dari kelompok Kompas
Gramedia/ membutuhkan beberapa kandidat profesional, kreatif dan
dinamis untuk mengisi posisi sebagai berikut :
1) News Reporter dan presenter ( kode tv-nr): Pria wanita usia
maksimal 25tahun, pendidikan minimal d3, berpenampilan menarik dan
berwawasan luas
2) Video Journalist ( kode Tv – VJ ) / Cameraman ( kode TV – CM ) /
Video Editor ( kode Tv – VE ) / Designer Grafis ( kode TV – DG ) Pria/
Wanita Usia maksimum 27 tahun/ minimal d3 segala jurusan / diutamakan
yang berpengalaman di bidangnya //
3) News Kontributor ( kode tv nk) untuk wilayah :
- Pagar alam, lahat dansekitarnya
- Muba, banyuasin dan sekitarnya
- Ogan komering ilir, Ogan dan sekitarnya
- Prabumulih, muara enim dan sekitarnya
- Ogan komering ulu, OKU timur dan sekitarnya
Syarat: Pria wanita, memiliki kamera sendiri, mobilitas tinggi dan
diutamakan yang punya pengalaman menjadi kontributor tv nasional
4) Sales/ marketing ( kode tv sm): Pria wanita maksimal usia 27
tahun, pendidikan minimal d3,skill komunikasi tinggi dan diutamakan yg
berpengalaman di bidangnya //
5) Transmision Operator ( tv to) Pria maksimal 27 tahun, D3 teknik
elektro, diutamakan yg berpengalaman di bidangnya
6) Master Control Room Staff ( kode tv mcr) pria maksimal 27 tahun,
d3 teknologi informasi/ komputer , diutamakan yg berpengalaman di
bidangnya. Kirimkan lamaran anda dengan mencantumkan kode posisi di pojok kanan
amplop ( contoh tv – nk untuk news kontributor)/ /
Kirim cv/pas foto dan dokumen pendukung ke : palembang PO Box 3333
Gramedia/ membutuhkan beberapa kandidat profesional, kreatif dan
dinamis untuk mengisi posisi sebagai berikut :
1) News Reporter dan presenter ( kode tv-nr): Pria wanita usia
maksimal 25tahun, pendidikan minimal d3, berpenampilan menarik dan
berwawasan luas
2) Video Journalist ( kode Tv – VJ ) / Cameraman ( kode TV – CM ) /
Video Editor ( kode Tv – VE ) / Designer Grafis ( kode TV – DG ) Pria/
Wanita Usia maksimum 27 tahun/ minimal d3 segala jurusan / diutamakan
yang berpengalaman di bidangnya //
3) News Kontributor ( kode tv nk) untuk wilayah :
- Pagar alam, lahat dansekitarnya
- Muba, banyuasin dan sekitarnya
- Ogan komering ilir, Ogan dan sekitarnya
- Prabumulih, muara enim dan sekitarnya
- Ogan komering ulu, OKU timur dan sekitarnya
Syarat: Pria wanita, memiliki kamera sendiri, mobilitas tinggi dan
diutamakan yang punya pengalaman menjadi kontributor tv nasional
4) Sales/ marketing ( kode tv sm): Pria wanita maksimal usia 27
tahun, pendidikan minimal d3,skill komunikasi tinggi dan diutamakan yg
berpengalaman di bidangnya //
5) Transmision Operator ( tv to) Pria maksimal 27 tahun, D3 teknik
elektro, diutamakan yg berpengalaman di bidangnya
6) Master Control Room Staff ( kode tv mcr) pria maksimal 27 tahun,
d3 teknologi informasi/ komputer , diutamakan yg berpengalaman di
bidangnya. Kirimkan lamaran anda dengan mencantumkan kode posisi di pojok kanan
amplop ( contoh tv – nk untuk news kontributor)/ /
Kirim cv/pas foto dan dokumen pendukung ke : palembang PO Box 3333
Minggu, 10 April 2011
Dua tahun gadis kecilku

Pagi minggu (10/4/11) buta disaat kakak nya masi tertidur pulas, dia "nana" terbagun dari tempat tidur. Keluar kamar langsung menyalakan TV. Itulah aktifitas pertama yang sempat terekam manakala gadis kecilku terbangun dan mengawali hari-hari menuju tahun ketiga. Diusia yang masuk ketiga tahun ini tampak beragam pola tingkah lakunya yang bisa dibilang "aneh n nyeleneh" hehehehe. Dibilang anehn nyeleneh,ya untuk mengungkapkan rasa penolakan dia selalu bilang 'nyang' (kenyang)meski bukan diminta untuk makan. Ungkapan untuk enggan mandipun masih 'nyang'. Entah apa yang tengah dirasakan oleh gadis kecilku hari ini, diusianya yang kedua ini sepanjang hari ini tampaknya dia lagi bad mood alias rewel. Nangis n nangis yang bisa ia ungkapkan.. Apakah ini ungkapan protesnya karena ultahnya tak dirayakan ??? hehheehh bukan itu lho papa, mama, kakak, nenek n semua. Adek agak rewel coz adek nana kan lagi Flu. oooooh itu ya saiii. M e t U l t a h ya nak. doa kami semua selalu menyertai mu
Minggu, 13 Februari 2011
Valentine is everyday
Valentine day !! rasanya hampir semua orang tahu hari yang terus dirayakan setiap tanggal empat belas dibulan kedua ini. Akrab ditelinga bila Valentine day merupakan hari kasih sayang sedunia. Perlukah kita rayakan hari spesial ini ? jawabannya pasti beragam tergantung dari sisimana kita memandang. Bagi saya Valentine day belum perlu dirayakan secara masif sebagaimana yang terjadi dibelahan barat sana. Just Make it everyday, jadikan hari berkasih-bersayang secara terus menerus bukan hanya di hari ini (14/2/2011).
Sabtu, 12 Februari 2011
Tedmond Yang Katanya Anti Lumut
Pagi sekali ketika terbangun dari tidur, Nabiel mengingatkan bila saya membuat janji untuk membersikan Tedmond (tabung penampung air dari fiber). Tedmon memang tampak layak untuk segera dibersihkan karena selama empat tahun pemakaian belum pernah dibersihkan. Bisa dibayangkan betapa tebalnya lumut menempel disana. Usai saraapan pagi minggu (13/2/2011)sekitar pukul 7.00 kami lekas menaiki tangga untuk menuju ke lantai atas tempat tedmond bersemayam. Bayangan kami memang nyata adanya, seluruh bagian tabung berkapasitas 1000 liter tersebut dipenuhi lumut. Bergegas dan dengan kecepatan maksimal kami bersihkan lumut yang menempel karena khawatir keburu matahari makin tinggi. Syukur pagi itu tidak hanya Nabiel yang menemani namunjuga ada Viter, adikku. Jadi sebelum pukul 9.00 tugas berhasil dituntaskan.
Saya tersadar ketika sebelum membeli Tedmond sekitar empat tahun yang lalu. Dalam media promosinya disebutkan bila tabung berwarna orange tersebut anti karat dan lumut. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Apa yang salah dengan tedmond kami. Apakah ada prosedur pemasangan yang salah ataukah kami telah menjadi korban dari jargon iklan ??
Saya tersadar ketika sebelum membeli Tedmond sekitar empat tahun yang lalu. Dalam media promosinya disebutkan bila tabung berwarna orange tersebut anti karat dan lumut. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Apa yang salah dengan tedmond kami. Apakah ada prosedur pemasangan yang salah ataukah kami telah menjadi korban dari jargon iklan ??
Selasa, 08 Februari 2011
Tahun ketujuh, tahun penuh harapan
Kantor jelang Maghrib,Luar biasa hari ini, betapa senangnya daku hari ini. Betapa tidak, untuk pertama kalinya mendapatkan ucapan selamat ulta pernikahan dari Nabiel,anak pertamaku. Meski ku tahu, Nabiel tahu momen itu dari mamanya. Dari pancaran mukanya tampak sekali bila dia ucapkan selamat ulta dengan sepenuh hati. Muda-mudahan tahun depan adiknya Nalisya ikut pula menyampaikan kata-kata itu. Maklum saat ini Nana panggilan akrabnya baru berusia 22 bulan.
Saya menikah dengan seorang perempuan bernama Yenni putriana, hari ini selasa (8/2/2011) genap tujuh tahun kami menikah. Buah dari pernikahan itu, Allah YME menitipkan Nabil Abyaza (6th/ kelas 1 SDN 179 Palembang) dan Nalisya Hendrawan (22 bulan/ bersekolah diPaud HJ Aisyah alias masih betah bersama neneknya dirumah, heheheh).
Diusia ke tujuh tahun pernikahan ini rasanya begitu banyak karunia yang telah didapat. Baik dari sisi materi maupun diluar itu. Namun rasanya sangat manusiawi bila masih ada yang kurang selama proses kehidupan ini berlangsung. Sederhana saja, masih banyak harapan, masih ada tuntutan dari orang tua, saudara, anak bahkan istri agar berbuat lebih maksimal lagi. Apasaja keinginan mereka itu ?? Ayah dan istri saya berkeinginan besar bila saya dapat meneruskan studi. untuk urusan yang satu ini tampaknya akan segera terwujud karena perlahan tapi pasti keinginan mereka akan diwujudkan. Kemarin, Senin sore (7/2/2011) saya sempatkan untuk menelpon ayah untuk mengabarkan bila tahun ini juga dapat IJAZAH...amien,,,
Saya menikah dengan seorang perempuan bernama Yenni putriana, hari ini selasa (8/2/2011) genap tujuh tahun kami menikah. Buah dari pernikahan itu, Allah YME menitipkan Nabil Abyaza (6th/ kelas 1 SDN 179 Palembang) dan Nalisya Hendrawan (22 bulan/ bersekolah diPaud HJ Aisyah alias masih betah bersama neneknya dirumah, heheheh).
Diusia ke tujuh tahun pernikahan ini rasanya begitu banyak karunia yang telah didapat. Baik dari sisi materi maupun diluar itu. Namun rasanya sangat manusiawi bila masih ada yang kurang selama proses kehidupan ini berlangsung. Sederhana saja, masih banyak harapan, masih ada tuntutan dari orang tua, saudara, anak bahkan istri agar berbuat lebih maksimal lagi. Apasaja keinginan mereka itu ?? Ayah dan istri saya berkeinginan besar bila saya dapat meneruskan studi. untuk urusan yang satu ini tampaknya akan segera terwujud karena perlahan tapi pasti keinginan mereka akan diwujudkan. Kemarin, Senin sore (7/2/2011) saya sempatkan untuk menelpon ayah untuk mengabarkan bila tahun ini juga dapat IJAZAH...amien,,,
Maunya menang
Angkatan 45, Sejumlah tim Selasa sore (8/2) kembali akan melanjutkan pertandingan dalam Kompas Gramedia Futsal League (KGL). Salah satunya, tim putra Sonora radio.Tirta selaku Manajer tim kesebelasan calon juara ini mengatakan timnya optimis mampu mengalakan tim dari Rambang percetakan. Tim yang bertabur bintang muda nan energik ini telah melakukan serangkaiaan ujicoba diberbagai negara. diantaranya Timor leste dan Mesir. Tidak hanya itu, tim dibawah anak asuh Ade Manuhutu ini telah memenangkan sejumlah pertandingan hebat tingkat kampung bahkan dunia fantasi. “ini modal kami untuk menang, kami tidak sesumbar tapi itulah realita” ujar Ade kepada wartawan. Kami bertekad untuk sandingakan dua piala bergengsi ini tambah Ade.
Berbicara strategi, Ade yang dijumpai di selah-selah melihat anak asuhnya latihan dilapangan momea mengaku dirinya masih menerapkan strategi lama. Yaitu strategi ambil untung alias adu keberuntungan. Sementara itu di tim Putri, Sonora berkayakinan juga mampu memboyong piala. Dina, kapten tim dengan bayaran termahal ini dengan percaya diri mengatakan mereka yakin dapat melibas koran Sripo dengan skor telak 7-5. Berbeda dengan pelatih putra, tampaknya dina enggan untuk berbagi strategi. “resep dapur kok dibuka ke pelanggan” ujar dina sembari berlalu menuju lapangan. hehheheeh,,
Berbicara strategi, Ade yang dijumpai di selah-selah melihat anak asuhnya latihan dilapangan momea mengaku dirinya masih menerapkan strategi lama. Yaitu strategi ambil untung alias adu keberuntungan. Sementara itu di tim Putri, Sonora berkayakinan juga mampu memboyong piala. Dina, kapten tim dengan bayaran termahal ini dengan percaya diri mengatakan mereka yakin dapat melibas koran Sripo dengan skor telak 7-5. Berbeda dengan pelatih putra, tampaknya dina enggan untuk berbagi strategi. “resep dapur kok dibuka ke pelanggan” ujar dina sembari berlalu menuju lapangan. hehheheeh,,
Sabtu, 05 Februari 2011
Tiga Hutan Lindung Di Sumsel Sudah Rusak
Akibat kurangnya kesadaran masyarakat dalam memelihara hutan lindung, kini tiga kawasan hutan lindung di Provinsi Sumsel rusak berat. Parahnya, kerusakan itu disebabkan karena ulah manusia.Hutan lindung yang seharusnya dipelihara untuk mencegah kerusakan lingkungan seperti bencana banjir dan semacamnya, justru
dirusak untuk kepentingan manusia yang tidak bertanggung jawab.Dari data yang terdapat di Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, tiga kawasan hutan lindung yang rusak berat tersebut terletak di Kota Pagaralam, OKU dan Kabupaten Lahat. Perusakan kawasan hutan lindung tersebut lebih dikarenakan tidak sadarnya masyarakat akan pentingnya hutan.

Kondisi hutan lindung yang rusak, sangat berpengaruh terhadap rusaknya ekosistem sehingga berpeluang besar mengakibatkan bencana seperti banjir dan longsor. Apalagi, jika kondisi hutan tersebut berada dilereng gunung dan bukit. Manusia seakan sudah tidak peduli dengan aturan dan ketentuan yang ada, bahkan tidak peduli dengan akibat fatal yang akan terjadi jika terus menerus merambah hutan.
Berdasarkan ketentuan dan peraturan yang ada, tidak diperbolehkan merambah hutan lindung untuk dijadikan areal perkebunan warga. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Sigit Wibowo, dikutip dari Harian beritapagi.Bencana banjir yang terjadi memang tidak bisa dikaitkan langsung dengan kerusakan hutan. Sebab, rusaknya hutan bukan satu-satunya penyebab terjadi banjir. Apalagi, banjir dapat disebabkan karena hujan yang terjadi sangat luar biasa. Tetapi dengan hutan lindung rusak maka secara otomatis daerah resapan air menjadi berkurang sehingga dengan tingginya intensitas hujan maka terjadi banjir.
Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya bencana besar diperlukan peranan aktif semua pihak termasuk koordinasi Pemerintah provinsi dengan Kabupaten/Kota. Terlebih, saat ini banyak didaerah pegunungan yang kawasan hutan lindungnya rusak.Provinsi Sumsel memiliki sekitar 500 ribu hektar lahan konversi yang diperbolehkan untuk dijadikan menjadi areal perkebunan. Akan tetapi, saat ini malah banyak warga yang merambah hutan lindung untuk menjadi kebun. Akibatnya, kondisi hutan yang ada di Sumsel kritis. Untuk lahan konversi sebanyak 500 ribu hektar tersebut, memang diperbolehkan bagi warga untuk menggarapnya menjadi perkebunan, pembukaan transmigrasi, pertambangan dan lainnya. Sehingga meskipun hutan tersebut digarap menjadi kebun tetapi kondisi hutan tetap kembali kekondisi sedia kala. Berbeda dengan kondisi kawasan hutan lindung jika dirambah untuk areal perkebunan maka tidak bisa menjadi daerah resapan. Hal ini disebabkan kondisi akar tanaman karet, kopi dan teh sangat berbeda dengan pohon yang berada dikawasan hutan lindung yang banyak menyerap air.
Kerusakan lahan itu disebabkan oleh manusia, seperti ilegal logging, perambahan hutan, perubahan fungsi hutan serta kegiatan pertambangan. Sehingga dari kondisi itu secara langsung menyebabkan air hujan yang jatuh ke permukaan tanah tidak langsung
terserap. Hingga sebagian besar air hujan akan mengalir di atas permukaan tanah karena kondisi lahannya yang kritis dan berdampak pada terjadinya banjir.
Dengan demikian, jika mengalirnya air di permukaan tanah, hampir bisa dipastikan 100 persen air langsung mengalir cepat, pada moment tertentu air ini akan bergabung menjadi satu kemudian masuk ke Sungai Musi secara bersamaan. Jika permukaan laut sedang naik, aliran air ini akan terbendung dan tidak bisa langsung ke laut. Hingga bisa dipastikan, sifat air ini akan terusir kewilayah-wilayah daratan dan sekitarnya. Jadi otomatis air akan meluap hingga kedaratan, termasuk yg terjadi banjir dibesar di Kabupaten Musi Rawas beberapa waktu lalu.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk melindungi hutan lindung dari rambahan oknum tidak bertanggung jawab, termasuk memprogramkan penanaman sejuta pohon yang lebih dikenal dengan one man one tree (OMAT). Selain itu, Gubernur Sumsel
H Alex Noerdin beberapa waktu lalu, menegaskan akan menindak tegas jika ada oknum yang mem-backing illegal logging sehingga terjadinya kerusakan hutan yang ada di Sumsel. Sebab, kondisi hutan sangat perlu untuk dijaga agar lingkungan tetap aman dan terhindar dari bencana.
Saatnya, mulai dari sekarang, mulai dari rumah tangga kita jadikan Sumsel lebih hijau lagi. Cukup tiga saja hutan rusak.
dirusak untuk kepentingan manusia yang tidak bertanggung jawab.Dari data yang terdapat di Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, tiga kawasan hutan lindung yang rusak berat tersebut terletak di Kota Pagaralam, OKU dan Kabupaten Lahat. Perusakan kawasan hutan lindung tersebut lebih dikarenakan tidak sadarnya masyarakat akan pentingnya hutan.
Kondisi hutan lindung yang rusak, sangat berpengaruh terhadap rusaknya ekosistem sehingga berpeluang besar mengakibatkan bencana seperti banjir dan longsor. Apalagi, jika kondisi hutan tersebut berada dilereng gunung dan bukit. Manusia seakan sudah tidak peduli dengan aturan dan ketentuan yang ada, bahkan tidak peduli dengan akibat fatal yang akan terjadi jika terus menerus merambah hutan.
Berdasarkan ketentuan dan peraturan yang ada, tidak diperbolehkan merambah hutan lindung untuk dijadikan areal perkebunan warga. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Sigit Wibowo, dikutip dari Harian beritapagi.Bencana banjir yang terjadi memang tidak bisa dikaitkan langsung dengan kerusakan hutan. Sebab, rusaknya hutan bukan satu-satunya penyebab terjadi banjir. Apalagi, banjir dapat disebabkan karena hujan yang terjadi sangat luar biasa. Tetapi dengan hutan lindung rusak maka secara otomatis daerah resapan air menjadi berkurang sehingga dengan tingginya intensitas hujan maka terjadi banjir.
Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya bencana besar diperlukan peranan aktif semua pihak termasuk koordinasi Pemerintah provinsi dengan Kabupaten/Kota. Terlebih, saat ini banyak didaerah pegunungan yang kawasan hutan lindungnya rusak.Provinsi Sumsel memiliki sekitar 500 ribu hektar lahan konversi yang diperbolehkan untuk dijadikan menjadi areal perkebunan. Akan tetapi, saat ini malah banyak warga yang merambah hutan lindung untuk menjadi kebun. Akibatnya, kondisi hutan yang ada di Sumsel kritis. Untuk lahan konversi sebanyak 500 ribu hektar tersebut, memang diperbolehkan bagi warga untuk menggarapnya menjadi perkebunan, pembukaan transmigrasi, pertambangan dan lainnya. Sehingga meskipun hutan tersebut digarap menjadi kebun tetapi kondisi hutan tetap kembali kekondisi sedia kala. Berbeda dengan kondisi kawasan hutan lindung jika dirambah untuk areal perkebunan maka tidak bisa menjadi daerah resapan. Hal ini disebabkan kondisi akar tanaman karet, kopi dan teh sangat berbeda dengan pohon yang berada dikawasan hutan lindung yang banyak menyerap air.
Kerusakan lahan itu disebabkan oleh manusia, seperti ilegal logging, perambahan hutan, perubahan fungsi hutan serta kegiatan pertambangan. Sehingga dari kondisi itu secara langsung menyebabkan air hujan yang jatuh ke permukaan tanah tidak langsung
terserap. Hingga sebagian besar air hujan akan mengalir di atas permukaan tanah karena kondisi lahannya yang kritis dan berdampak pada terjadinya banjir.
Dengan demikian, jika mengalirnya air di permukaan tanah, hampir bisa dipastikan 100 persen air langsung mengalir cepat, pada moment tertentu air ini akan bergabung menjadi satu kemudian masuk ke Sungai Musi secara bersamaan. Jika permukaan laut sedang naik, aliran air ini akan terbendung dan tidak bisa langsung ke laut. Hingga bisa dipastikan, sifat air ini akan terusir kewilayah-wilayah daratan dan sekitarnya. Jadi otomatis air akan meluap hingga kedaratan, termasuk yg terjadi banjir dibesar di Kabupaten Musi Rawas beberapa waktu lalu.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk melindungi hutan lindung dari rambahan oknum tidak bertanggung jawab, termasuk memprogramkan penanaman sejuta pohon yang lebih dikenal dengan one man one tree (OMAT). Selain itu, Gubernur Sumsel
H Alex Noerdin beberapa waktu lalu, menegaskan akan menindak tegas jika ada oknum yang mem-backing illegal logging sehingga terjadinya kerusakan hutan yang ada di Sumsel. Sebab, kondisi hutan sangat perlu untuk dijaga agar lingkungan tetap aman dan terhindar dari bencana.
Saatnya, mulai dari sekarang, mulai dari rumah tangga kita jadikan Sumsel lebih hijau lagi. Cukup tiga saja hutan rusak.
Jumat, 04 Februari 2011
Jangan Renggut Bersihnya Oxygen Kami
Palembang Kota Metropolitan, kebisingan dan polusi sudah menjadi makanan sehari-hari. Udara bersih cukup sulit untuk dicari, maklum pembangunan terus berkembang di segala penjuru kota.
Masyarakat Palembang membutuhkan taman hutan kota untuk sekedar menyejukkan mata dan menghirup oxygen yang belum terkontaminasi. Memang tak banyak tempat sejuk banyak pepohonan yang bisa ditemui, hanya beberapa gelintir tempat, seperti Hutan Wisata Punti Kayu, Kawasan Kambang Iwak atau areal Gedung Olah Raga (GOR) Sriwijaya yang terletak dikawasan Kampus Palembang.
Namun sayangnya, tiga tempat yang sedianya menjadi lokasi masyarakat untuk sekedar refreshing mengistirahatkan mata dengan melihat hijaunya pepohonan serta menghirup oxygen rendah polusi itu, kini juga sudah tak lagi bisa memberikan kesejukan.
Entah karena apa, tampaknya sangat sulit mempertahankan hutan kota dari tangan orang yang tidak bertanggunjawab. Keindahan Hutan Wisata Punti Kayu yang terletak di Jalan Kolonel H Burlian Km 7 itu, memang masih memiliki ribuan pohon vinus, namun kembali lagi karena ulah manusia, hutan wisata yang seharusnya dirawat itu kini justru dikomersilkan sehingga tak lagi memberikan kenyamanan bagi satwa yang ada didalamnya.
Kondisi hewan satwa di Hutan tersebut sangatlah memprihatinkan dan tak terawat. Monyet, burung, siamang, buaya, ular dan anjing utan dikandangkan ditempat yang kurang layak serta dipertontonkan kepada pengunjung sehingga membuat hewan-hewan itu menjadi stress.
Sementara itu sampah yang dibuang pengunjung ditempat sembarangan tampak berserakan tersebar di beberapa tempat sehingga sangat membuat mata menjadi tidak nyaman. Tidak hanya itu, pengelola Hutan Wisata Punti kayu juga memungut biaya yang tak tanggung-tanggung disetiap sudut lokasi di dalam hutan itu. Mulai dari pintu masuk utama, pintu masuk kebun binatang, pintu masuk mainan anak, pintu masuk kolam bermain, hingga pintu masuk kolam renang. Biaya yang harus dikeluarkan satu orang pengunjung bisa melebihi biaya masuk ke Dunia Fantasi (Dufan) Ancol. Biaya yang harus dikeluarkan pengunjung itu tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan, terlihat dari kurang perawatan terhadap fasilitas yang ada.
Beralih ke Taman Kota Kambang Iwak, saat ini juga sedikit bergeser fungsinya menjadi kawasan jajanan, dimana dipinggir kolam retensi yang indah itu sudah berjejer warung dan berbagai outlet dagangan yang merusak pemandangan. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang melakukan aktifitas olahraga jogging disekeliling Kambang Iwak tersebut entah untuk meregangkan otot atau hanya sekedar mencari oxygen bersih yang bisa dihirup.
Pemerintah Kota Palembang memang memberikan fasilitas yang cukup baik untuk para pecinta olahraga jogging yakni dengan mengeramik sekeliling kolam tempat jogging, namun mungkin akan menjadi lebih baik jika lokasi itu dibiarkan asri dan tidak diubah menjadi tempat jajanan dan outlet jualan lainnya.
Nasib Taman GOR yang terletak di Kampus POM IX tersebut juga setali tiga uang dengan dua tempat sebelumnya, bahkan, saat ini taman yang dulunya biasa menjadi tempat masyarakat olahraga lari pagi kini sedang dibangun hotel dan mall. Setiap hari terlihat aktifitas alat berat tengah bekerja dilokasi Kolam Retensi di area GOR tersebut.
Sedih bercampur kesal terkadang menyeruak di dalam hati saat melihat sudah tak ada lagi yang mampu mempertahankan kesejukan hutan kota di Palembang. Bagaimana generasi yang akan dating, anak-anak yang tumbuh, bisa mendapatkan Oxygen yang bersih untuk dihirup? Tapi disadari atau tidak semua pembangunan memang membutuhkan banyak pengorbanan, namun setidaknya Pemerintah bisa memikirkan serta mengambil tindakan cepat untuk mencegah akibat fatal yang akan ditimbulkan dengan pengrusakan hutan kota itu. Sehingga kelak anak-anak dan generasi muda juga akan mencontoh generasi sebelumnya yang melestarikan alam bukan mengubahnya untuk kepentingan sesaat.
dengan kondisi udara yang penuh polusi, Nabil putraku tetap memiliki keinginan besar untuk melakukan aktifitas ruang terbuka. biasanya, aku dan anakku berolahraga disalah satu hutan kota diatas, namun beralihfungsi, kami lebih memilih berjalan menyusuri pekebunan karet rakyat yang masih terbilang rimbun di dekat rumah kami. Tidak hanya diakhir pekan rutinitas ini kami lakukan seminggu tiga kali. Meski masih terbilang belia, Nabil begitu tertarik untuk jogging dan bermain disekitar kebun karet itu. Untuk menuju ke lokasi tidak begitu sulit, cukup 10 menit keluar dari komp griya hero abadi maka akan berhadapan dengan pohon-pohon tinggi dan tua. Pohon-pohon itupula seolah berdiri tegak disepanjang akses jalan baypass soekarno hatta-Alang lebar palembang. Meskipun tua pohon karet itu masih menghasilkan rupiah. Sebenarnya, kami tidak sendiri beraktifitas olahraga di sekitar kebun karet itu. Tiga kali dalam sepekan kami kerap berpapasan dengan komunitas jalan sore dari warga tionghoa.
Semoga suasana sejuk di dekat rumah ku bisa bertahan lama sebelum tergilas pembangunan kota.
Masyarakat Palembang membutuhkan taman hutan kota untuk sekedar menyejukkan mata dan menghirup oxygen yang belum terkontaminasi. Memang tak banyak tempat sejuk banyak pepohonan yang bisa ditemui, hanya beberapa gelintir tempat, seperti Hutan Wisata Punti Kayu, Kawasan Kambang Iwak atau areal Gedung Olah Raga (GOR) Sriwijaya yang terletak dikawasan Kampus Palembang.
Namun sayangnya, tiga tempat yang sedianya menjadi lokasi masyarakat untuk sekedar refreshing mengistirahatkan mata dengan melihat hijaunya pepohonan serta menghirup oxygen rendah polusi itu, kini juga sudah tak lagi bisa memberikan kesejukan.
Entah karena apa, tampaknya sangat sulit mempertahankan hutan kota dari tangan orang yang tidak bertanggunjawab. Keindahan Hutan Wisata Punti Kayu yang terletak di Jalan Kolonel H Burlian Km 7 itu, memang masih memiliki ribuan pohon vinus, namun kembali lagi karena ulah manusia, hutan wisata yang seharusnya dirawat itu kini justru dikomersilkan sehingga tak lagi memberikan kenyamanan bagi satwa yang ada didalamnya.
Kondisi hewan satwa di Hutan tersebut sangatlah memprihatinkan dan tak terawat. Monyet, burung, siamang, buaya, ular dan anjing utan dikandangkan ditempat yang kurang layak serta dipertontonkan kepada pengunjung sehingga membuat hewan-hewan itu menjadi stress.
Sementara itu sampah yang dibuang pengunjung ditempat sembarangan tampak berserakan tersebar di beberapa tempat sehingga sangat membuat mata menjadi tidak nyaman. Tidak hanya itu, pengelola Hutan Wisata Punti kayu juga memungut biaya yang tak tanggung-tanggung disetiap sudut lokasi di dalam hutan itu. Mulai dari pintu masuk utama, pintu masuk kebun binatang, pintu masuk mainan anak, pintu masuk kolam bermain, hingga pintu masuk kolam renang. Biaya yang harus dikeluarkan satu orang pengunjung bisa melebihi biaya masuk ke Dunia Fantasi (Dufan) Ancol. Biaya yang harus dikeluarkan pengunjung itu tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan, terlihat dari kurang perawatan terhadap fasilitas yang ada.
Beralih ke Taman Kota Kambang Iwak, saat ini juga sedikit bergeser fungsinya menjadi kawasan jajanan, dimana dipinggir kolam retensi yang indah itu sudah berjejer warung dan berbagai outlet dagangan yang merusak pemandangan. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang melakukan aktifitas olahraga jogging disekeliling Kambang Iwak tersebut entah untuk meregangkan otot atau hanya sekedar mencari oxygen bersih yang bisa dihirup.
Pemerintah Kota Palembang memang memberikan fasilitas yang cukup baik untuk para pecinta olahraga jogging yakni dengan mengeramik sekeliling kolam tempat jogging, namun mungkin akan menjadi lebih baik jika lokasi itu dibiarkan asri dan tidak diubah menjadi tempat jajanan dan outlet jualan lainnya.
Nasib Taman GOR yang terletak di Kampus POM IX tersebut juga setali tiga uang dengan dua tempat sebelumnya, bahkan, saat ini taman yang dulunya biasa menjadi tempat masyarakat olahraga lari pagi kini sedang dibangun hotel dan mall. Setiap hari terlihat aktifitas alat berat tengah bekerja dilokasi Kolam Retensi di area GOR tersebut.
Sedih bercampur kesal terkadang menyeruak di dalam hati saat melihat sudah tak ada lagi yang mampu mempertahankan kesejukan hutan kota di Palembang. Bagaimana generasi yang akan dating, anak-anak yang tumbuh, bisa mendapatkan Oxygen yang bersih untuk dihirup? Tapi disadari atau tidak semua pembangunan memang membutuhkan banyak pengorbanan, namun setidaknya Pemerintah bisa memikirkan serta mengambil tindakan cepat untuk mencegah akibat fatal yang akan ditimbulkan dengan pengrusakan hutan kota itu. Sehingga kelak anak-anak dan generasi muda juga akan mencontoh generasi sebelumnya yang melestarikan alam bukan mengubahnya untuk kepentingan sesaat.
dengan kondisi udara yang penuh polusi, Nabil putraku tetap memiliki keinginan besar untuk melakukan aktifitas ruang terbuka. biasanya, aku dan anakku berolahraga disalah satu hutan kota diatas, namun beralihfungsi, kami lebih memilih berjalan menyusuri pekebunan karet rakyat yang masih terbilang rimbun di dekat rumah kami. Tidak hanya diakhir pekan rutinitas ini kami lakukan seminggu tiga kali. Meski masih terbilang belia, Nabil begitu tertarik untuk jogging dan bermain disekitar kebun karet itu. Untuk menuju ke lokasi tidak begitu sulit, cukup 10 menit keluar dari komp griya hero abadi maka akan berhadapan dengan pohon-pohon tinggi dan tua. Pohon-pohon itupula seolah berdiri tegak disepanjang akses jalan baypass soekarno hatta-Alang lebar palembang. Meskipun tua pohon karet itu masih menghasilkan rupiah. Sebenarnya, kami tidak sendiri beraktifitas olahraga di sekitar kebun karet itu. Tiga kali dalam sepekan kami kerap berpapasan dengan komunitas jalan sore dari warga tionghoa.
Semoga suasana sejuk di dekat rumah ku bisa bertahan lama sebelum tergilas pembangunan kota.
Selasa, 01 Februari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
