Senin, 25 Februari 2008

Target Belum Tercapai

Usaha maksimal yang telah dilakukan teman-teman panitia donor darah massal belum berbuah manis. Dari 500 kantong darah yang menjadi target hanya sekitar 425 yang dapat diambil oleh petugas UTDC PMI Palembang. Melesetnya capaian ini diduga karena minimnya petugas dari PMI, dihari terahir petugas PMI hanya ada 3 orang padahal Bed yang tesedia sebanyak 10 unit. Faktor lain adalah lokasi donor darah yang berada di Studio Sonora bukan di MALL seperti tiga bulan lalu. Pokoke selamet aje buat semua nye. Sorry Aku uda buat jantung teman-teman berdentum bak bedug Jumatan.

Listrik Padam di Lumbung Energi

Selamat datang di bumi sriwijaya, Sumsel sebagai lumbung energi nasioanal. Kalimat ini muncul di salah satu iklan layanan masyarakat begerak (running text) yang dipasang dijantung kota palembang. Tentu iklan tersebut ingin memperkenalkan sumatera selatan sebagai provinsi yang kaya akan cadangan energi untuk membangkitkan tenaga listrik. Tidak salah bila ini di terus teriakan, jadi salah dan menjadi pertanyaan masyarakat bila provinsi lumbung energi nasioanal namun listrik dari PLN kerap kali mati/padam secara tak terduga. Hari ini saja dari sore hingga malam hari telah tiga kali terjadi pemadaman.Mungkinkah ini yang dinamakan ayam mati dilumbung padi.

Kamis, 14 Februari 2008

BS Sitinjak Yakin Pecahkan Rekor

Ketua terpilih Donor darah masal Sonora Palembang yakin untuk dapat mencapai target 500 kantong darah dalam kegiatan yang berlangsung pada 22-23 Februari 2008. BS Sitinjak Ketua yang terpilih secara aklamasi ini kepada redaksi sonora menuturkan telah malakukan daya dan upaya secara all out untuk mensuksesekan acara tigabulanan ini. "kami yakin mas rekor lama dapat terpecahkan" jelas BS sembari mengumbar senyum khasnya. Sementara itu Eka dan Dini dari seksi Sponsor menuturkan bahwa hingga kemarin sudah ada sejumlah sponsor yang akan mendukung acara tersebut "ada makanan dan minuman ringan, masih banyak lagi deh mas" ujar kedua gadis palembang ini.
Pada acara serupa tiga bulan lalu, panitia dibawah komando reza hanya mampu mendapatkan kurang dari 500 kantong darah. BS juga menjanjikan kejutan yang bakal terjadi. Kejutan pertama, aksi sosial ini akan berlangsung di studio sonora bukan di MALL megah, kejutan selanjutnya BS menambah dua personil baru: Ryan dan Nur."kita sengaja pilh studio bukan di MALL untuk lebih mendekatkan pendengar kepada jajaran sonora palembang" papar BS sitinjak. Diakhir perbincangan yang berlangsung di sebuah restoran ternama di Palembang ini BS Mewakili Managemen Sonora Palembang memohon bantuan dan Doa dari semuanya agar event ini sukses. SELAMAT BERJUANG SOBAT (reza)
0711706 0002 www.rezarum.blogspot.com

Pekerja PLN WS2JB Ancam Mogok Massal

Tidak kurang dari 500 orang pekerja PT.PLN se Sumbangsel kemarin (14/2/08) mendesak agar DPRD dan Pemerintah Sumatera selatan untuk menolak "pengkerdilan" PT PLN. Ketua SP PLN pembangkit sumatera bagian selatan Reza Fauzi kepada RADIO SONORA menuturkan bila hasil RUPS diterapkan maka dipastikan tarif dasar listrik (tdl) akan naik delapan kali lipat. Desakan ini disampaikan dalam aksi unujuk rasa didepan gedung DPRD Sumsel. SP PLN Mengancam akan melakukan mogok kerja bila desakan itu tidak direspon oleh Pemerintah dan DPRD. Menanggapi desakan itu ketua komisi 4 DPRD sumsel Fahlevi Maizano dan ketua komisi 2 DPRD Sumsel Sartimin menyatakan satu hati atas desakan itu "prisnsipnya kami mendukung bila kebijakan itu merugikan rakyat banyak" ujar sartimin dalam dialog dengan perwakilan pengunjukrasa di ruang Panitia Musyawara DPRD Sumsel.Hasil RUPS PLN tanggal 8 januari 2008 berisikan: PT. Indonesia Power dan PT PJB akan menjadi BUMN terpisah dari induknya PLN, PLN diluar jawa akan menjadi unit-unit kecil. Kebijakan ini dinilai dapat menimbulkan keresehan di pihak pelanggan PLN. Bila diterapkan Hasil RUPS berpeluang aset PLN dikuasai oleh PEMDA dan Investor swasta. Unjukrasa yang dikawal ketat aparat polisi ini berjalan damai tanpa ada keributan. sekitar pukul 11.30 massa aksi membubarkan diri menuju ke tempat kerja mereka.

Selasa, 12 Februari 2008

Mimpi Sekolah Gratis

Hampir disetiap kesempatan kita disuguhi slogan atau jargon Sekolah gratis,berobat gratis,pembutan KTP dan KK gratis. Slogan ini sengaja dikeluarkan para kandidat yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah di banyak tempat. Slogan sekolah gratis dinilai sangat ampuh untuk menarik masa sebanyak mungkin. Karena kita ketahui betapa mahalnya biaya sekolah apalagi ditengah situasi yang sulit saat ini. Tidak heran bila Danny Setiawan calon incumbent pada pemilihan gubernur Jawa Barat berani berpromosi di TV nasional dengan jargon sekolah gratis. Contoh lain dilakukan oleh pasangan Jazuli Juwaeni-Airin Rachmi Diany yang maju dalam pertarungan pemilihan bupati dan wakil bupati tanggerang juga berpromosi di media massa nasional. Namun sayang pasangan yang didukung enam partai politik yang bernama Koalisi Perubahan ini belum mampu meyakinkan pemilih di kabupaten Tanggerang untuk bersekolah gratis. Tidak semua slogan itu benar adanya. Agar dapat diterima banyak orang maka slogan harus dikemas sebaik mungkin. Setiap orang dapat mendengungkan jargon GRATIS, apalagi bila jargon itu dapat diwujud nyata kan ketika mendapat kepercayaan menjadi seorang pemimipin. Kadangkala yang membuat kecewa, ketika terpilih mejadi pemimipin lupa akan janji. lagi-lagi janji yang pernah diucapkan tinggal janji tanpa ada realisasi. Megawati Soekarno Putri selaku ketua umum PDIP berani mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai belum mampu memenuhi janjinnya kepada masyarakat Indonesia (Kompas 1/02).
Kembali pada dua kata yaitu sekolah dan gratis . Untuk mewujudkan sekolah gratis yang bermutu dalam satu daerah baik tingkat kabupaten kota dan provinsi bukan perkara yang gampang butuh kerjasama lintas instansi. Instrument yang perlu diperhitungkan untuk menciptakan sekolah gratis diantaranya sumber pendanaan apakah diambil dari APBD atau APBN dan bila diambil dari kedua pos tadi maka kebijakan ini mesti mendapat persetujaun dari Pihak legislatif atau dewan perwakilan rakyat DPR/DPRD. Untuk membulatkan suara parlemen bukan perkara mudah. Karena setiap partai politik mempunyai kepentingan masing-masing.
Pembelajaran Gratis
Satu hal yang dapat dirasakan langsung oleh pemilih dalam pesta demokrasi model baru ini yaitu setiap pemilih mendapat pembelajaran dibidang politik dan sosial secara gratis bukan sekolah gratis. Karena pemilih tidak mengeluarkan uang secara langsung, melainkan dari APBD dan APBN. Pembelajaran gratis dalam pesta demokrasi itu dimulai paling tidak dua tahun sebelum hari pemungutan suara. Tahapan itu dimulai ketika kandidat mencoba untuk merapat ke partai politik dalam rangka meraih dukungan, masa sosialisasi oleh KPUD, selanjutnya masa kampanye dan hari pemungutan suara. Bila dilihat dari lamanya masa pembelajaran ini yaitu dua tahun, maka peserta didik atau pemilih seharusnya telah menamatkan studi setingkat strata dua (S2) dalam ukuran pendidikan dalam negeri.
Proses Pembelajaran Yang Gagal
Dalam dunia pendidikan formal seusai masa pembelajaran, peserta didik akan diuji tingkat pemahaman nya terhadap proses pembelajaran. Hasil nya ada yang dinyatakan lulus dan tidak lulus. Dikancah politik praktis pun demilkian. Pemilih yang berhasil dalam pembelajaran akan mendapat predikat pemilh cerdas. Pemilih cerdas tentu akan memilih kandidat yang teruji tepat janji dan bukan pengumbar janji. Belajar dari pemilihan kepala daerah di beberapa daerah tampaknya banyak peserta didik/pemilih bahkan elit poilitik yang tidak mendapat nilai yang memuaskan. Ini terbukti di sejumlah daerah terjadi kerusuhan setelah pasca hari pemungutan suara. Seperti yang terjadi di Sulawesi selatan (Kompas 17/1: Unjukrasa mulai anarkis). Situasi Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memanas menyusul tak kunjung selesainya kisruh politik usai keluarnya keputusan Mahmakah Agung yang meminta penyelenggaraan pemilihan ulang gubernur Sulsel di empat kabupaten. Tentu sangat disayangkan bila pembelajaran gratis ini tidak dimanfaatkan secara maksimal. Pasti hasilnya akan berupa kegagalan. Bila ditelisik lebih jauh kegagalan ini banyak diakibatkan oleh elit politik yang belum mampu menjadi Guru yang baik. Misalnya enggan untuk mengakui keungulan lawan. Dibeberapa derah lainya pembelajaran gratis masih berlangsung. Di Sumatera Selatan pemilihan gubernur berlangsung pada bulan Agustus mendatang. Dua kandidat yang cukup familiar juga mengkampanyekan kata-kata gratis. Alex Noerdin calon dari Golkar ini yakin menang karena Dia menglaim sukses dalam program sekolah gratis di kabupaten Musi Banyuisin sementara calon incumbent Syahrial Oesman juga merasa dapat kembali memimpin 6 juta penduduk sumsel lewat program sekolah gratis berkualitas.

Sabtu, 09 Februari 2008

My Name Mbiem


Mbiem is my nickname, sometimes my parent call me anak bujang (mean the son). Last december was the three of me. My mom give me a Guitar for my bitrhday. Small car came from my dad in the special day. Di tahun ketiga ini sayang sekali mbiem masih suka ngompol. mama and papa ku sring marahin aku karena aku masih suka ngompol. tapi ya mau gimana lagi udaa tradisi tu ma. Maaaf ya ma cantik n papa ganteng.

Empat Tahun Dalam Kebersamaan


Memang, usia empat tahun belum berarti apapun untuk sebuah perjalanan hidup namun empat tahun bersama merupakan suatu pilar yang mesti dijaga agar tetap berdiri tegak dan mampu menopang beban berat. Syukur tak terhingga selalu kami panjatkan kepada YME. diusia pernikahan yang ke empat ini kami telah dikarunia seorang Putra yang maha ganteng dan maha cerdas. Nabiel D'sun Shine

Ketemu Teman Kompas Gramedia




Selasa(05/02/08), Kami berempat(Pak Herman, Bu Endang, Mb Endah) diminta untuk menghadiri acara syukuran Kompas Gramedia (KG) Palembang. Pagi itu memang cuaca begitu cerah, secerah harapan kami akan keberlangsung Grup yang dipimpin oleh bapak Yakoeb oetomo ini. Tanpa ragu kami meninggalkan studio Sonora menuju Hotel sanjaya, ditempat itu ternyata baru panitia saja yang sudah siap sedia. Jadi kami termasuk tamu yang tercepat masuk arena. disusul teman-teman lain dari Elexmedia, Percetakan Rambang, Gramedia PS & Atmo, Bangka Post, Sriwijaya Post, Grasindo Dll.

Ternyata disana tidak hanya syukuran namun dua teman dari Jakarta Mas Nyoman Dan Mbak Butet Sitompul Sudah Siap dengan materi perkuliahanya. Diselah-selah kuliah perdana itu seringkali diwarnai diskusih seru yang disertai gelegar tawa teman-teman yang datang dari beberapa kota: Pangkal pinang, Jambi, Batam, Lampung.


Costumer Service kita harus diberdayakan ujar Mbak butet, kata itu yang masih terngiang. Lagi-lagi mbat butet berpromosi mengajak para "mahasiswanya" untuk menjadikan Costumer Service sebagai media promosi gratis di unit usaha masing-masing, alasannya lewat Costumer Servicelah para pelanggan mendapat informasi awal dari satu unit usaha.

Alasan itu pula yang membuat sang induk semang memperlombakan Costumer Service mulai tingkat regional sampai final tingkat nasional. Tidak tanggung-tanggung panitai pusat menyediakan hadiah puluhan juta ditambah, gratis akomodasi dan transportasi.

Radio Sonora Palembang tentu menyambut baik tantangan itu. Tim dibawah asuhan pak Herman ini tengah menyiapkan personil untuk maju ke garis depan.

Selasa, 25 Desember 2007

H. Romi Di Gorok

Siang itu, Suasana kampung utan sangat bersahaja. Aktifitas warga masih disibukan dengan silaturahmi dalam rangka hari raya idul adha.sementara sekelompok pemuda tengah duduk santai di warung pojok di kampung itu.Setelah dihampiri ternyata sang pemuda tengah menanti kehadiran rekan pemuda yang sangat disegani dikampung itu. Maklum pemuda dimaksud putra seorang pamong dan pemuka agama setempat. brem.. brem (suara motor), kurang dari setengah jam yang ditunggu datang juga. tanpak banyak cerita mereka langsung menuju bawah pohon asem yang terletak diujung kampung dekat sungai yang mengalir lambat akibat kemarau.Entah apa yang akan mereka perbuat. sebab dari tampilan mereka tidak ada sesuatu yang ganjil, dua diantara mereka ada yang membawa sesuatu yang mirip dengan linggis dan bahkan mungkin sabit. Sang pemuda pun berlalu dari pandangan dan hilang diujung kampung. Dirumah sang Pamong desa tampaknya tamu masi silih berganti untuk bersilturahmi. Ditengah silaturahmi tadi, salah seorang anak Pamong Romi membisikan sesuatu, tanpa pikir panjang bapak berjenggot itupun berlalu meninggalkan tetamu. Entah mau kemana namun ia tampak mengejar sesuatu. Tamu pun berlalu entah kemana. Nyonya rumahpun tertidur lelap akibat kecapaian. Matahari Tampak begitu ganasnya membakar kulit. Bu.. Bangun bu adek lihat, lihat bu..... H Romi mati abang yang menyembelih, teriak si bungsu. Belum sempat bertanya sang nyonya langsung berlari sembari menangis sejadinya menuju ke ujung desa. Ternyata sebelum keluar sang pamong sempat berpamitan untuk ke keujung desa.Ditengah keheningan kampung itu warga berhamburan keluar. dan berlari mengikuti sang nyonya. Betapa terkejutnya dan senangnya sang nyonya karena orang yang dikira telah dihabisi oleh anaknya sendiri, ternyata tengah asik berbaring dibawah pohon asem setelah membantu para remaja kampung menyembelih hewan qurban. nyonya pun tersipu malu, ia pun tidak mampu untuk memarahi anaknya yang masih usia 5 tahun itu.Dengan wajah tanpa dosa sibungsu menghapiri ibunya yang nyaris pingsan. Dengan gaya cadelnya sibungsu berujar, "bu.. tadi adek lihat abang menyembeli Haji Romi, setelah diingat oleh warga disana ternyata sibungsu baru belajar membaca dimana di tubuh hewan qurban tersebut di beri tulisan Haji Romi sebagi pertanda bahwa nama pemilk hewan itu.dasar si bungsu, bikin panik ajeee

Wagub Tinjau Malam Natal

Palembang (24/12/07) Pukul 16:00
Wakil Gubernur Sumatera selatan Mahyudin NS Sore Ini Dijadwalkan akan melihat secara langsung persiapan umat kristiani dalam menyambut Hari Raya natal Tahun 2007. Mahyudin dan rombongan akan berkunjung ke gereja gereja yang ada di kota Palembang namun belum dapat dipastikan gereja mana saja yang akan di kunjungi. namun bila melihat pada malam natal tahun yang lalu Mahyudin dan rombongan akan meninjau misa malam natal di gereja St Yosef, Hati Kudus, HKBP. Biasanya selain meninjaua Gereja, Rombongaan ini juga mengecek persiapan pengamanan malam natal di sejumlah pusat keramaian diantaranya: International Plaza, Palembang Indah Mall, Palembang Square dan Palembang Trade Centre

Natal Di Kota BARI

Palembang (15/12/07),
Suasana natal di kota BARI (sebutan untuk kota palembang) mulai begitu terasa meskipun perayaaan resminya baru akan berlangsung pada dua pekan kedepan. Nuansa natal terasa sekali bila berkunjung ke pusat-pusat keramaian seperti Mall dan tempat permainan keluarga lain nya. Di Palembang Indah Mall, pengunjung disuguhi oleh pohon natal yang disertai oleh aneka macam buah tangan. Sementara pohon natal setinggi 8m dan kereta sinter klas tampak Menyambut pengunjung di pusat perbelanjaan JM di jalan letkol iskandar, Nuansa natal juga mulai terasa di gereja-gereja. Di gereja St yosef kesibukan mulai tampak. Umat disibukan dengan membuat gua natal dari kertas.
Sementara itu Jumat malam (14/12) hampir 2000 umat gereja Patekosta indonesia memulai perayaan natal dengan melakukan ibadah bersama di Hotel Aston Palembang.

Tokoh NU "Sanjo" Ke Kediaman Uskup

Palembang, Ketua Umum Nahdatul Ulama (NU) Sumatera selatan KH.Malan Abdulah pagi tadi (25/12/07) Menyempatkan diri untuk mengahadiri Open House (OH) yang diadakan oleh keuskupan agung Palembang. Diharapkan dengan adanya tradisi seperti itu akan semakin mempererat tali persaudaraan antar umat beragama. Malan yang didampingi pengurus lainnya sempat menyampaikan ucapan selamat natal bagi umat Katolik se Keuskupan Agung Palembang. Menurut panitia acara Y. Karnadi Gozali Open House sengaja diadakan dalam dua tahun terakhir ini untuk memberi kesempatan kepada umat untuk dapat berdialog langsung dengan uskup agung Monsinyur Aloisius Sudarso SCY. Ditambahkan oleh Karnadi OH dibagi dalam 2 sesi, pagi dan sesi sore Hari. umat diluar katolik pun terbuka untuk datang ke kediaman bapak uskup di Jalan Tasik 18. "Direncanakan sejumlah tokoh lainya juga akan menghadiri OH Ini diantaranya Gubernur Sumatera selatan H. Syahrial Oesman dan Walikota Palembang H. Edy Santana Putra" ujar Karnadi

Warga Panik Hadapi Isu Tsunami

Palembang (22/12/07),Dalam tiga hari terakhir ini ribuan warga kota Bengkulu dan kota-kota lain nya di Provinsi Bengkulu panik mengahadapi Isu bakal terjadi gempa bumi diatas 8 SR, kepanikan makin menjadi manakala isu nya gempa disertai pula gelombang Tsunami. Felix* seorang warga Kota Bengkulu kepada Sonora menuturkan banyak rumah yang telah ditinggal oleh pemiliknya untuk menuju ke perbukitan dan tempat lainnya yang dirasa lebih aman. Daerah yang dinilai warga aman dari gelombang Tsunami menurut felix seperti terminal Air sebakul, bahkan sampai ke Curup rejang lebong. Felix yang kami hubungi melalui telepon dari Palembang menjelaskan kepanikan tidak hanya terjadi dikota Bengkulu namun juga terjadi di kota pesisir pantai seperti Muko muko Bengkulu utara. Kepanikan ini merupakan satu bukti bahwa usaha pemerintah setempat yang meminta warga untuk tidak panik tampaknya belum berhasil maksimal.

Kabar gempa bumi disertai Gelombang Tsunami dikemukan oleh seorang pengamat asal brazil bernama Prof Jucelino Nobrega, Nobrega memprediksi 23 desember 2007 ini gempa 8,5 SR akan terjadi di Bengkulu. Prediksi dikirim sang professor melalui KBRI di Brazil.

Selasa, 11 Desember 2007

Aksi nyata Sonora Palembang

Palembang - Radio Sonora FM 102,6 Palembang kembali menggelar Aksi Donor Darah Massal, selama dua hari, Jumat dan Sabtu (23/11 & 24/11 2007) di Palembang Indah Mall (PIM) lantai 2. Aksi Donor Darah Massal Radio Sonora ditargetkan terkumpul 500 kantong darah. Sementara pada kegiatan serupa periode-periode yang lalu terkumpul rata-rata 430 kantong darah.
Menurut Herman L.A Lagaunne, melalui Ketua Panitia pelaksana Parliza Hendrawan Aksi Donor Darah Massal ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tiga bulan sekali. Dan ini merupakan salah satu aksi nyata radio Sonora dalam membantu pihak Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Palembang dalam mengajak masyarakat untuk rutin menjadi pendonor. Kegiatan donor darah pertama kali digelar 20 April 2002 dan yang diadakan sekarang merupakan kegiatan donor yang ke – 22.
Sampai dengan saat ini, Radio Sonora memiliki sekitar 2.000 pendonor. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, Sipil, TNI, Polri khususnya pendengar Radio Sonora “Alhamdulillah donor yang ke 22 ini berhasil mengumpulkan 485 kantong darah ” ujar Parliza

Secara umum, kegiatan ini berjalan lancar karena panitia menyediakan 10 buah tempat tidur setiap harinya. Dan dibantu lebih dari 10 orang petugas dari UTD PMI Kota Palembang dibawah pimpinan Dr. Anton Suwindro. Para pendonor pun antri dengan teratur. Sebelum diambil darahnya, setiap peserta mendapatkan pemeriksaan medis dari petugas PMI untuk mengetahui kondisi kesehatan calon pendonor. Setiap peserta yang telah mendonorkan darahnya, diberikan air minum dan snack serta makan siang oleh panitia. Panitia menyediakan 500 kotak nasi untuk total dua hari kegiatan. Sebagai ungkapan rasa terima kasih, panitia juga menyediakan satu paket bingkisan yang dikumpulkan dari lebih 15 sponsor seperti paket dari Laurier Softcare, Relaxa Mint Ball, Permen Exspreso, Minuman Gress, Minuman Teh Break Tea, Cereal ceremix, Ratu Milky, Ena‘O, Kacang Kulit, Kacang Atom dan Pilus Garuda, Air Mineral Club, Oops Better Creacker, Metro Tenda, Permen Fresh Troath, TB Gramedia, Sriwijaya Post, Berita Pagi, Sumatera Exspress dan Shinta Flower.
Agenda sosial Radio Sonora kali ini mendapat dukungan khusus dari STIE MUSI dalam Rangka Lustrum ke – III dan STT MUSI serta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Donor darah selanjutnya akan diadakan pada bulan Februari 2008. “Jangan takut untuk mendonorkan darah anda. Selain bisa menyumbangkan darah yang akan bermanfaat bagi sesama kita yang membutuhkan, donor darah juga membuat badan kita menjadi lebih sehat dan segar,” pesan panitia.
Ketua Panitia:
Parliza Hendrawan (Reza)

Rabu, 05 Desember 2007

Cuti, asyiik juga !

Cuti, asyiik juga !
Awal desember ini saya minta cuti. maunya cuti pertengahan desember namun sayang ada waiting list. sehingga mb q ngasih "jatah" awal desember. ndak soal kog, yg penting bisa libur bersama keluarga meskipun hanya dirumah sahaja. Bingung cuti mau kemana, soalnya 153q belum bisa cuti

Sabtu, 01 Desember 2007

Perubahn pasti ada

Maaf... inilah kata yang pas untuk diungkapkan. Setelah sekian lama di luncurkan. Selama itu pula blog kebanggaan ini belum diperbaharui. Sekarang secara bertahap blog ini akan terus berubah sesuai keinginan.JANJI

Minggu, 01 Juli 2007

Rumah Ibadah Bukan "Rumah Singgah"

Waspadi Rumah Ibadah dijadikan Tempat Kampanye.
Pemilihan kepala daerah disejumlah daerah di Sumaterta selatan akan dimulai pada pertengah tahun 2008. hampir dapat dipastikan Pilkada ini akan semarak melebihi pada saat pelasanaan pemilian legislative tahun 2004 lalu. Karena proses nya terjadi ditingkat local ynag melibat kan banyak elit politik yang pernah berlaga dikanca nasional mulai dari mantan pejabat hingga yang masih menjabat dan para pengusah sukses Untuk mendapatkan posisi jabatan kepala daerah setiap calon kandidat bakal berusaha all out untuk memenangkan pertarungan lima tahun sekali ini. Termasuk kampanye terselubung atau menggunakan tempat kampnye yang tidak semestinya digunakan. Seperti penggunaaan rumah ibadah terutama masjid, musholah dan gereja. Tidak /belum ada aturan yang yang melarang setiap kandidat / calon kandidat untuk berkampanye di dalam rumah ibadah. Modus yang digunakan biasa nya kandidat mendatangi rumah ibadah dengan dalih untuk beribadah bersama, padahal ketika diikuti secara seksama didalamnya sangat kental nuansa kampanye. Mulai dari bentuk lisan sampai sampai bentuk tertulis lewat pernyataan sikap tanda mendukung calon pemimpin. Padahal meskipun janji diucapkan di rumah ibadah belum tentu sang kandidat akan berlaku jujur. Bentuk lain dari kampanye terselubung ini dengan pemasangan poster, kalender, jam dinding ditempat yang muda dilihat oleh para jemaah. Tentu kandidat berdalih itu bukan kampanye melainkan hanya ajang silaturahim dan menjalakan tugas sebagai seorang pemimpin . Dalih seperti ini biasa digunakan para bakal kandidat Incumbent dan mereka yang tengah menduduki jabatan politik tertentu.Memang sangat sulit membedakan antara kampanye dan hanya sekedar bersilaturrahim. Yang jadi pertanyan mengapa ini marak ketika waktu pelaksanaan pilkada semakin dekat ? mengapa tidak dilakukan jauh-jauh hari. Bakal kandidat lain diluar pejabat politis tidak mau ketinggalan memanfatakan momoent ini mereka berdalih berkunjung kerumah ibadah karena terpanggil memajukan rumah ibadah yang selama ini tampak kurang mendapat perhatian. Apabilah semua ini terjadi sangat sulit bagi masyarakat untuk membedakan apa yang sebentarnya terjadi. Meraka hanya diam dan tidak tahu apa yang akan diperbuat. Kebesaran hati nurani sang pemimpin lah yang dibutuhkan ketika mengadapi masa masa yang tersamar alias tidak jelas.

Soft Opening

Akhir Juni ini, resmi sudah rezarum.blogspot.com di sajikan untuk seluruh lapisan,kalangan. Mari kita berbagi informasi dan pengalaman soal apapun juga selagi kita mampu untuk berbagi. TQ